Web Usability: Apa dan Bagaimana

Sebagai media informasi yang semakin populer, situs internet kini berkembang sangat cepat. Jika dulu bentuknya hanya sebatas susunan teks dengan kombinasi warna hitam-putih, kini tampaknya setiap situs berlomba-lomba untuk menyajikan tampilan yang sangat menarik. Mulai dari kombinasi warna, gambar, fungsi tertentu, hingga beberapa aksesosir pemanis yang membuat situs tampak lebih atraktif dan interaktif. Semua itu tentu untuk bertujuan untuk menarik minat serta memudahkan interaksi pengunjung dengan situs yang ada.

Namun, dalam perancangan dan pembuatan tampilan sebuah situs, tidaklah asal-asalan. Ada beberapa persyaratan dan panduan yang harus dipenuhi. Jangan sampai niatan untuk menyajikan tampilan yang menarik pada situs yang ada, justru malah membuat repot pengunjung. Apalagi untuk kasus situs e-Commerce.

Web Usability
Istilah web usability mengacu pada kemampuan sebuah situs untuk menyajikan interaksi dengan pengguna, khususnya dalam ranah antarmuka, yang tujuannya untuk memudahkan pengguna ketika mengunjungi situs tersebut.

Web usablity juga dapat dikatakan sebuah pendekatan bagaimana membuat sebuah situs yang mudah untu digunakan untuk pengguna, tanpa mengharuskan pengguna untuk memiliki kemampuan khusus atau berlatih terlebih dahulu. Pengguna, secara alamiah haruslah mampu menangkap apa yang disajikan dalam situs tersebut, serta mengikuti alur proses dari situs yang ada. Misalkan, untuk menekan tombol tertentu pada sebuah situs, tombol yang ada sebaiknya disajikan dalam bentuk yang umum, sehingga pengguna tidak perlu mencari-cari.

Tujuan utama dari web usability adalah sebagai berikut:
1. Menyajikan informasi yang jelas dan konsisten kepada pengguna
2. Memberikan pilihan yang paling tepat kepada pengguna, meskipun dengan bebagai cara
3. Menghilangkan ambiguitas dari sebuah proses ataupun aksi yang akan dilakukan pengguna
4. Menyajikan hal yang penting pada tempat yang sesuai pada situs

Web Usability pada E-Commerce
Pada ranah e-commerce, web usablity bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, terutama dalam segi waktu, yang khususnya berkaitan dengan proses transaksi maupun business process yang lainnya.

  1. Efektif: Kelengkapan dan akurasi dengan mana pengguna mencapai tujuan mereka.
  2. Efisien: Kecepatan (dengan akurasi) dengan mana pengguna dapat menyelesaikan tugas-tugas mereka.
  3. Melibatkan pengguna: Sejauh mana nada dan gaya antarmuka membuat produk yang menyenangkan atau memuaskan untuk digunakan.
  4. Penanganan kesalahan: Sejauh mana nada dan gaya antarmuka membuat produk yang menyenangkan atau memuaskan untuk digunakan.
  5. Mudah untuk dipelajari

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa antarmuka sebuah situs merupakan hal yang penting. Pengguna biasanya akan menilai sebuah situs pertama kali dari tampilannya. Kemudian, barulah mereka menilai kelangkapan dari informasi yang ada. Kemudahan yang disajikan menjadikan faktor yang paling penting, terutama dalam sektor e-commerce. Tentu saja pengguna menginginkan proses transaksi yang mudah dan tidak terlalu berbelit-belit.