Analisis Web Usability: Studi Kasus Kutukutubuku.com

Sesuai dengan apa yang saya tuliskan sebelumnya. Kali ini saya mencoba untuk menganilis antarmuka dari sebuah situs toko buku online yang menjadi langganan saya. Korban yang beruntung adalah kutukutubuku.com. Aspek yang akan ditinjau adalah poin ke-5 (kalau belum tahu poin ke-5 itu apa, silakan merujuk ke sini), yaitu Mudah Dipahami.

Mudah dipahami di sini berarti, bagaimana sebuah situs membuat penggunanya mudah untuk “belajar” bagaimana menggunakan serta mengikuti alur proses dari situs tersebut.

Sekilas, kalau kita membuka situs yang berlamatkan http://kutukutubuku.com, orang pasti mahfum kalau ia sedang membuka situs toko buku online. Selain karena bentuknya yang familiar layaknya situs toko online lainnya, informasi yang ditampilkan pada halaman depan adalah informasi mengenai buku disertai dengan gambar sampul buku.

Menu navigasi, pilihan diksi, serta gambar icon pada situs ini boleh dibilang common sense, artinya disajikan seperti yang kebanyakan masyarakat telah mengenalnya dengan jelas. Tidak ada icon yang aneh, maupun pilihan diksi yang asing menurut saya.

Lebih lanjut, misalnya jika sesorang pertama kali mengunjungi situs ini dan berniat mencari sebuah buku, pengunjung tidak perlu repot-repot mencari dimana fitur pencarian. Fitur pencarian sudah disediakan pada bagian sejajar dengan menu navigasi serta bentuk kolom pencarian yang sudah umum. Dengan demikian pengunjung akan lebih mudah menggunakan fitur yang ada.

Pun sama halnya jika pengunjung ingin melakukan pembelian buku. Sebuah tombol dengan tulisan “Buy” terpampang di bawah sampul buku dengan warna yang mencolok, membuat pengguna dengan mudah menemukannya, tanpa perlu repot-repot mencarinya telebih dahulu.

Proses transaksi pun disajikan secara biasa, tidak ada proses yang macam-macam. Secara pribadi, tidak ada kesulitan bagi saya dalam bertransaksi melalui situs ini. Ya, proses transaksi dilakukan sama seperti kebanyakan situs e-commerce lainnya.